Skip to main content

Posts

Demo 411, Peran Media Membingungkan Netizen

Demonstrasi pada 4 November 2016, saya tidak ikut kesana. Hanya menyaksikan melalui pemberitaan. Pada posting ini, saya memposisikan diri sebagai pengamat media. Meskipun saya muslim, pendapat saya tentang siapa yang harus bertanggung jawab terhadap persoalan ini, tidak saya ungkap disini. Rawan.. mengungkapkan dukungan, apakah itu pro Demonstran, ataupun pro Ahok. Bisa menguras energi luar biasa.
Kesan yang saya tangkap, dari peristiwa besar ini. Indonesia adalah negara yang rukun, tidak suka gaduh, meskipun demonstrasi dihadiri ribuan orang, namun hanya menyisakan sedikit kericuhan, itupun saya baca melalui media. Saya tidak melihatnya langsung.
Saya lebih menyoroti komentar para netizen yang menilai media-media besar sudah tidak bisa dipercaya. Nah, dalam hati saya berkata, "inilah saatnya para blogger untuk memberitakan kenyataan sebenar-benarnya dan sejujur-jujurnya," karena peran blogger saat ini, amat vital. Mungkin karena saya juga berprofesi sebagai blogger, maka s…
Recent posts

Pekanbaru Kota (Semi) Bertuah

Inilah produk nyata manusia, "sampah". Tidak ada mahkluk, selain manusia yang mampu memproduksi sampah sebanyak ini. Bahkan gajah, yang punya body besarpun tak pernah mengotori bumi.
Dulu, sekitar tahun 2009, pertama kali saya  datang ke Kota Pekanbaru, saya dibikin takjub dengan kebersihan dan keindahan pengelolaan kota. Kemudian, Tahun 2011, saya masih takjub dengan pembangunan infrastruktur di Pekanbaru. Jembatan, Gedung-gedung megah, dan ternyata semua itu palsu, karena pembangunan infrastruktur tak dibarengi perbaikan mental para pejabat, terbukti para Gubri ditangkap KPK karena kasus korupsi disegala lini. Bahkan, KPK sempat bikin kantor perwakilan di Riau ini.
Dan sekarang, 5 tahun sudah saya tinggal di Pekanbaru. Baru hari ini, mendapati pemandangan yang tidak sedap dimata. Meskipun begitu, tetap juga saya ingin mendokumentasikan sejarah kota Pekanbaru. Mulai dari pergantian kepemimpinan, hingga kebiasaan orang-orang di Kota Pekanbaru.
Bertuah, punya makna mendatang…

Menyibak Alam Pikiran Blogger Kekinian

Apa rasanya, ketika memampang senyum lebar untuk disebarkan ke seluruh penjuru dunia? saya tidak ingin membahas lebih lanjut foto yang terpampang jelas diatas. Jelas, biasa saja, bersenang-senang mengagumi foto diri, atau biasa dinamai berselfi, menurut saya lebih dekat dengan penyakit kepribadian narsistik.
Untungnya, saya tidak banyak mengkoleksi foto diri. Foto diatas saya gunakan untuk eksperimen kepribadian. Saya merasa tak nyaman, mengkoleksi foto diri apalagi sekedar menyenangkan diri sendiri. Namun fenomena-fenomena berselfi, dan mengagumi diri sendiri merebak dari generasi muda hingga yang tua.
Posting ini, saya ingin mengulas alam pikiran para Blogger kekinian. Beberapa hal yang menjadi catatan saya, pertama, gairah Blogger saat ini, sebatas klik iklan. Sedangkan informasi, dinomor duakan, bahkan tak jadi soal, membuat informasi, yang penting judul heboh, dan mengarahkan pencari informasi segera mengklik iklan.
Kedua, Blogger kekinian sangat praktis dalam menyampaikan infor…

Kerajinan Kulit Tanggulangin

Tas Tanggulangin Collection, terletak di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Disana menyediakan berbagai koleksi kerajinan berbahan kulit, ada Tas, Sepatu, Jaket, Dompet dll. Saya terkesima, karena ada produk lokal yang berkelas internasional. Kata guide yang mengantar saya kesana, banyak wisatawan lokal dan mancanegara mampir ke Tanggulangin untuk mencari kerajinan kulit asli.

Perjalanan ke Tanggulangin, kalau dari Pekanbaru, dibutuhkan waktu sekitar 5 jam, naik pesawat dari bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, transit di Bandara Soekarno Hatta, lanjut ke Bandara Juanda, Jawa Timur.
Tujuan utama saya ke Jawa Timur, untuk bersilaturahim dengan Bawaslu Jawa Timur, dan ke Tanggulangin, hanya sambil lewat saja. Meski sambil lewat, tetap ada kesan yang kuat saat bertandang ke tempat wisata, pusat kerajinan kulit di Tanggulangin.
Untuk melihat langsung barang kerajinan apa saja yang ada disana, silahkan ikuti perjalanan saya di pusat kerjinan kulit Tanggulangin, melalui channel YouTube sa…

Selangkah Lagi, Tugas Menyeleksi Calon Pengawas Pilkada Tuntas

Sudah hampir tiga Bulan, mulai akhir Maret hingga Mei 2016 semua energi saya kerahkan untuk memfasilitasi proses seleksi calon anggota Panitia Pengawas (Panwas) Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar.
Mulai dari merekrut Tim seleksi, memfasilitasi Tim seleksi untuk mejaring dan menyaring calon Panwas, mengumumkan pendaftaran, menyeleksi berkas pendaftaran, mengumumkan hasil seleksi berkas administrasi, meliput pelaksanaan tes tertulis, tes wawancara, dan akhirnya uji kelayakan dan kepatutan oleh tiga orang pimpinan Bawaslu Provinsi Riau.
Dan sekarang, Selasa, 24 Mei 2016 baru bisa posting di Blog ini. Mengulas semua yang telah saya alami, sebagai blogger yang bekerja sampingan di lembaga pemerintah non kementerian Bawaslu Provinsi Riau.
Tinggal selangkah lagi, proses seleksi calon Panwas, yaitu mengumkan hasil pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan. Banyak yang bisa saya pelajari dari proses rekrutmen ini. Dan kebetulan, pelaksanaan seleksi sesuai dengan bidang ilmu yang saya pelajari,…

Belajar Politik dari Penyelamat Biosfer

Sore menjelang petang, saya bergegas pulang dari Kabupaten Kampar menuju ke Kota Pekanbaru. Dengan berkendara motor sekitar satu jam, 20 menit waktu tempuhnya. Waktu itu cuaca cerah, dan sedikit panas, karena melintasi jalan yang sedikit pepohonan besar.
Di tengah perjalanan, saya teringat, punya kenalan seorang pecinta tanaman, namanya Bapak Zainul Aziz. Beliau seorang yang sangat getol menggelorakan siapa saja untuk mulai menanam, karena dengan menanam akan mendatangkan kesejahteraan yang sebenarnya.
Setelah menyelesaikan pekerjaan untuk menerima berkas pendaftaran calon Panwas di Kabupaten Kampar, saya langsung tancap gas, bergegas pulang. Namun, ditengah perjalanan, putaran roda motor saya terhenti, karena harus mengangkat telepon dari seseorang yang menggetarkan kantong jaket hitam lusuh yang saya kenakan.
Perjalanan saya, waktu itu dibiayai oleh negera melalui APBN, saya ditugaskan selama tiga hari untuk berada di kantor KPU Kabupaten Kampar, di jalan Tambusai, Bangkinang. Untu…

Meliput Sosialisasi Pengawasan di STIMIK AMIK Riau

Sosialisasi pengawasan pemilu oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Riau semakin gencar dilakukan jelang pelaksanaan Pilkada 2017 di dua daerah, yaitu Kota Pekanbaru dan Kampar. Senin pagi, 11 April 2016, sekitar pukul 08:00 WIB kami beranjak dari kantor untuk meliput kegiatan sosialiasi ini. 
Bang Azhar, yang berkacamata sedang menunjukkan jempolnya, tanda kami telah bersiap untuk meliput kegiatan ini, dan Mas Agus Marsyudi sedang fokus untuk mengemudikan mobilnya untuk mengantar kami.

Di kantor, setelah apel pagi, kurang dari pukul 08:00 WIB saya sudah bikin kopi, baru beberapa 'sruputan' eit, terlihat dikejauhan Mas Agus Marsyudi dan dua rekan, Bang Azhar Hasibuan dan Bang Hamidi Maiza sudah bersiap untuk berangkat menuju kampus STIMIK AMIK Riau, tempat berlangsungnya kegiatan sosialisasi oleh Bawaslu Provinsi Riau. 
Vlog nya, sudah saya bikin, namun belum sempat saya edit, kapan-kapan akan saya upload dan tempel di posting ini, kalau udah jadi, dan kalau s…