Social Items

Peran Media Online sebagai Penyebar "Virus" Cinta Lingkungan
Saat itu, saya berkunjung di kediaman Bapak Zainul, di Kabupaten Kampar, dia salah seorang penggiat di komunitas Riau Menanam, rumahnya dipenuhi aneka tanaman, mirip seperti miniatur hutan.

Dengan potensi teknologi yang semakin besar, akankah manusia membunuh bumi sang ibu pertiwi atau menyelamatkan?
- Arnold Toynbee -
Menjaga kelestarian bumi, ada di pundak manusia, karena makhluk di alam semesta ini hanya manusialah yang diberikan potensi untuk berkomunikasi, menghimpun informasi dan berpikir dengan akalnya sehingga mampu bertahan hidup dan terus berkembangbiak di alam semesta yang penuh dengan ancaman dan bencana alam yang datang silih berganti.

Manusia mampu mengatur kehidupannya, mampu membuat perhitungan terhadap kejadian-kejadian yang akan datang dengan ilmu yang dipelajarinya. Puncak kemajuan manusia, saat ini ditandai dengan kemampuannya untuk menghilangkan jarak di dunia dengan ditemukannya teknologi komunikasi dan kemampuannya terbang melebihi burung tercepat didunia.

Permasalahannya adalah, ketika manusia "dimabuk teknologi"mempunyai kecenderungan untuk merusak bumi yang seharusnya teknologi digunakan untuk menyejahterakan umat manusia, malah sebaliknya digunakan untuk saling menghancurkan, seperti saling unjuk kekuatan senjata nuklir.

Riwayat Manusia


Sejarawan, Arnold Toynbee meringkas perjalanan manusia mulai dari peristiwa kejadian alam semesta, lalu kehadiran manusia hingga kemajuan pesatnya dalam berpikir sehingga menghasilkan temuan-temuan alat yang menjadikannya makhluk paling dominan dibumi ini.

Dia meringkas dalam sebuah buku berjudul "Mankind and Mother Eart" diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan judul "Sejarah Umat Manusia" Buku setebal 972 halaman itu, berkisah perjalanan panjang manusia hingga mengalami kemajuan pesat hingga tahun 70-an.

Buku itu merupakan karya terakhirnya, sebelum dia wafat pada tahun 1975. Berikut paragraf terakhir dari buku yang ditulisnya, seolah mengingatkan dan menggerakkan hati kita untuk segera mengambil aksi, betapa kemajuan pengembangan teknologi harus selaras dengan kesadaran kita akan cinta lingkungan dan kehidupan itu sendiri.

Manusia adalah warga psikosomatik di biosfer yang melapisi di permukaan planet bumi ini. Dalam hal ini, manusia adalah salah satu spesies makhluk hidup sebagai "anak-anak dari bumi sang ibu pertiwi". Namun, manusia juga memiliki jiwa, dan dia berkomunikasi. Dalam pengalaman mistik, identik dengan sebuah realitas spiritual yang tidak berada di dunia. 
Sebagai jiwa, manusia memiliki kesadaran, dan dapat membedakan antara baik dan buruk. Manusia memiliki kemampuan untuk memilih. Secara etis, pilihan-pilihannya, baik atau buruk, menghasilkan sebuah pembukuan "debit-kredit moral". 
Kita tidak tahu, apakah pembukuan ini ditutup pada saat kematian manusia atau apakah pembukuan itu terus berjalan melalui seri inkarnasi yang tak berujung. Demi hubungan antara manusia-manusia dengan jelmaan yang membentuk masyarakat, pembukuan tersebut masih terbuka dan akan tetap terbuka selama manusia membiarkan biosfer ini dapat digali. 
Akankah manusia membunuh bumi sang ibu pertiwi atau menyelamatkan? Manusia dapat membunuhnya dengan menyalahgunakan potensi teknologi yang semakin besar. Atau, dia akan menyelamatkan sang ibu pertiwi dengan mengendalikan kerakusan dirinya yang suisidal (kecenderungan untuk bunuh diri) dan agresif yang dalam semua makhluk hidup, termasuk manusia, merupakan hadiah dari bumi sang ibu pertiwi. Inilah persoalan enigmatik yang kini mengadang kita sebagai manusia.

Potensi Teknologi


Persoalan enigmatik (penuh teka-teki) seperti yang ditulis Sejarawan, Arnold Toynbee dalam buku "Sejarah Umat Manusia", adalah sebuah "oleh-oleh" peringatan bagi kita sebagai manusia yang masih hidup dan diberi kebebasan untuk memilih, ingin menghancurkan bumi ini dengan semakin pesatnya potensi teknologi, atau sebaliknya menjaga kelestarian bumi?

Kitalah yang tersisa, sebagai manusia berkesadaran untuk mengurai persoalan pesatnya perkembangan teknologi yang tidak seimbang dengan bertumbuhnya wawasan dan kesadaran pentingnya cinta lingkungan.

Sementara, pengamat lingkungan Provinsi Riau, Prof. Tengku Dahril menilai, bencana ekologis skala besar bisa saja terjadi jika kepedulian terhadap lingkungan tidak digalakkan. "Memang harus diantisipasi. Kalau dalam waktu kurang dari 50 tahun ke depan tidak dapat dicegah, maka dunia akan tenggelam. Dampak global warming terus terjadi air laut akan naik pulau-pulau akan tenggelam. Akan terjadi banjir dan beberapa bencana ekologis lainnya," ujarnya dikutip dari laman Riaubook, 31 Januari 2017.

Kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan agar tetap lestari menjadi persoalan utama kita sebagai manusia di era kemudahan teknologi sekarang ini. Bahkan menjadi prioritas utama untuk segera dikerjakan, karena apabila diabaikan, menjadi ancaman serius bagi kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya yang mendiami bumi ini.

Peran Media Online


Media online merupakan sarana untuk menyebarkan informasi termuktahir saat ini. Apapun yang terjadi disegala penjuru dunia, media online lah yang pertama kali mengabarkan peristiwa hari ini. Semua kejadian di dunia, dilaporkan media online secara cepat, dan manusia disegala penjuru dunia dapat mengakses informasi dengan perangkat teknologi mutakhir, semisal smarthphone yang mampu mengakses internet, berkomunikasi dua arah, dan mengirim data lintas dunia.

Media online mempunyai peran dalam menyampaikan kabar betapa pentingnya wawasan lingkungan. Namun, saat ini masih sedikit media online yang konsisten memberikan wawasan lingkungan kepada warga dunia.

Salah satu media online yang konsisten menyebarkan informasi tentang betapa pentingnya menyelamatkan lingkungan adalah RiauBook, media online asal Riau yang mencoba menghadirkan konten bermutu dengan rubrik "Lingkungan Hidup".

Riaubook melaporkan, bahwa lingkungan hidup menjadi fokus perhatian utama bagi pemerintah pusat, khususnya Pemerintah Provinsi Riau mengingat tingginya ancaman bencana jika keasriannya terabaikan.

"Begitu pentingnya lingkungan hidup, maka kemudian RiauBook.com bersama Yayasan Komunitas Aksi Lingkungan (Komunal) kemudian mengagendakan kegiatan bertemakan lingkungan dengan judul; Riau Pustaka Lingkungan Dunia," kata Pemimpin Perusahaan RiauBook.com sekaligus Ketua Panitia Riau Pustaka Lingkungan Dunia, Doni Rahim, Rabu, 15 Februari 2017 dikutip dari laman Riaubook.

Kehadiran RiauBook sebagai media online yang berwawasan lingkungan, memberikan angin segar bagi warga dunia untuk mengetahui peristiwa terkini kondisi lingkungan hidup yang semakin mengkhawatirkan dengan berbagai persoalan yang menghadang.

Pada umumnya, media online hanya fokus memberitakan peristiwa politik, ekonomi dan hiburan. Nilai tambah dari Riaubook, yaitu mampu menghadirkan konten yang memberikan wawasan lingkungan kepada pembacanya, dan bukan saja "Berita Riau", namun mencoba berperan aktif memperbaiki kondisi lingkungan di Riau, yang akhir-akhir ini selalu menjadi sorotan berita nasional, bahkan internasional karena bencana asap akibat kebakaran lahan dan hutan.

Diperlukan peran media online lainnya untuk mendukung penyebaran informasi berwawasan lingkungan sehingga semakin banyak warga bumi yang sadar pentingnya menjaga lingkungan tetap lestari.

Apa yang bisa kita lakukan?


Membangun kesadaran akan pentingnya wawasan lingkungan dalam mengembangkan teknologi menjadi keutamaan manusia untuk menjaga bumi tetap lestari. Lantas, apa yang bisa kita lakukan untuk sedini mungkin menyelamatkan bumi kita yang diambang kerusakan akibat ulah manusia dengan kemampuan teknologi mengeruk keuntungan tanpa mengindahkan keberlangsungan di masa depan?

Pertama, kita perlu menambah wawasan dengan mencari informasi termuktahir kondisi lingkungan kita yang semakin hari kian terpuruk. Salah satunya, dapat dilakukan dengan mengakses media online yang konsisten menerbitkan konten berwawasan lingkungan, seperti RiauBook.

Kedua, mengunjungi orang-orang inspiratif penyelamat lingkungan, seperti yang pernah saya lakukan, beberapa waktu silam saya berkunjung kerumah penggiat komunitas Riau Menanam, dia sangat getol mengajak siapapun orang untuk mulai menanam, baca posting saya sebelumnya: Belajar Politik dari Penyelamat Biosfer, disana saya banyak belajar tentang pentingnya mulai menanam dimulai dari rumah masing-masing.

Setelah mengunjungi orang inspiratif, kita dapat menyerap energi positif, dan membuat kita semakin berkesadaran betapa pentingnya menjaga lingkungan, sehingga mencintai kehidupan. Itu dua langkah sederhana yang saya lakukan. Bagaimana dengan anda?

Menjadi "Virus" Cinta Lingkungan


Peran media online bersama-sama dengan blogger, memungkinkan penyebaran wawasan lingkungan kepada masyarakat dunia, sehingga kemajuan teknologi selaras dengan pengetahuan manusia tentang wawasan lingkungan.

Komunitas-komunitas pecinta lingkungan, tidak cukup energi untuk membangun sebuah kesadaran massal ditengah nafsu para pengembang teknologi untuk membuat temuan-temuan yang hanya menguntungkan secara ekonomis, namun melupakan betapa pentingnya lingkungan hidup dimana kita tinggal.

Media online Riaubook beberapa hari yang lalu, Rabu, 15 Februari 2017 sudah memulai mengkampanyekan gerakan pentingnya lingkungan hidup bagi keberlangsungan generasi manusia dan makhluk lainnya, sekarang saatnya para blogger untuk bersama-sama menjadi "Virus" cinta lingkungan dengan menyebarkan konten berwawasan lingkungan sehingga warga dunia semakin berkesadaran bahwa keberlangsungan kehidupan dimulai dari kecintaan kita akan lingkungan hidup dan kehidupan itu sendiri.

Melalui posting ini, saya juga mendeklarasikan diri sebagai seorang blogger penyebar "Virus" cinta lingkungan. Bagaimana dengan Anda?

Demikian.

Peran Media Online sebagai Penyebar "Virus" Cinta Lingkungan

Posting ini, ditulis untuk mengikuti lomba menulis Blog yang diselenggarakan media online asal Riau, namanya "RiauBook.com".

Sebenarnya, sudah lama saya ingin ikut lomba menulis blog, dengan tema "Media Online, dari Riau untuk Dunia", namun baru Kamis sore ini, 16 Februari 2017 berkesempatan menulis di blog yang sudah beberapa bulan tidak ada posting baru.

Bukan Basa-Basi


Ya, bukan basa-basi.. Ini saya buktikan kesungguhan hati dari apa yang tertulis di dua paragraf diatas dengan poster lomba dibawah ini.

RiauBook "Pustaka Riau untuk Dunia", Benarkah?
Poster lomba menulis blog, sudah saya unduh sejak 3 Januari 2017, melalui Facebook fanspage Riaubookcom, dan saya berniat untuk mengikutinya.

Tema lomba memang sangat menggoda, "Pustaka Riau untuk Dunia", ada kata untuk dunia yang membuat saya bertanya-tanya, apakah mampu menjadikan Riaubook sebagai referensi untuk dunia?

Hari berganti hari, saya telusuri apa saja yang ada di Riaubook.com, naluri penyelidik saya mulai bergelora, saya mulai menelusuri RiauBook, untuk menguji apakah mampu media online di Provinsi Riau menjadi pustaka untuk dunia?

Pertanyaan itulah, yang membuat saya memposting artikel ini, dan mulai menduga-duga dan menelusuri RiauBook.com  sehingga membuat visi menjadi pustaka Riau untuk Dunia.

Awal berkenalan dengan RiauBook


Saya kenal Riaubook melalui google warta, produk google yang digunakan untuk mencari berita terbaru dari segala penjuru dunia. Setiap kali saya mencari berita Riau, selalu saja muncul kabar dari Riaubook, lantas apa boleh buat, saya harus menuju Riaubook untuk mendapatkan informasi terbaru di Provinsi Riau.

Perlu diketahui, saat ini, sampai dengan artikel ini diterbitkan, saya memang tinggal di Pekanbaru, Provinsi Riau. Informasi apapun tentang daerah dimana saya tinggal, selalu saja menarik perhatian saya.

Saya heran, dengan Riaubook ini, dengar kabar dari lomba menulis blog, saat ini usia Riaubook baru dua tahun, namun sudah mampu sejajar dengan media online yang sudah berumur, seperti... (tidak perlu disebutkan).

Keraguan saya mulai ditepis dengan kehadiran Riaubook yang mengisi hari-hari saya, karena memang Riaubook selalu hadir dengan artikel terbaru, dan yang menjadi catatan penting, pemberitaan yang dibuat, tidak seperti kebiasaan media lokal lainnya, yang mengutamakan advertorial, daripada kebenaran.

Melalui pengalaman itu, saya mulai menyukai Riaubook untuk dijadikan referensi setiap kali membutuhkan kabar.

Menelusuri RiauBook


Seperti kebiasaan otak pada umumnya, yang selalu saja menguji kebenaran dari apapun yang baru. Riaubook adalah hal baru buat saya, ada media online di daerah yang mampu menyajikan kabar sekelas pemberitaan nasional. Itulah awal rasa ingin tahu saya.

Saya mulai mencari, siapa dibalik RiauBook, untuk menyingkap tabir keingintahuan, saya mulai membuka-buka  setiap detail isi Riaubook.com, dimulai dengan membuka laman Redaksi Riaubook, siapa saja orang-orang yang ada di Riaubook.

Disitu tertulis, Pemimpin Umum, Fazar Muhardi; Wakil Pemimpin Umum, Bambang Irawan; Pemimpin Perusahaan, Doni Rahim; Pemimpin Redaksi/ Penanggung Jawab, Ridha M. Haztil dst. sampai detail saya baca.

Lalu saya tanyakan pada kawan media saya, meskipun saya bukan wartawan maupun orang media, namun ada beberapa kawan yang bekerja di media online.

"Bang, abang pernah baca Riaubook?," tanya saya pada seorang kawan, yang tidak bisa disebutkan namanya.

"Oh.. itu, Riaubook, ya saya pernah baca, memang luar biasa kemajuannya Riaubook, dulu saya pikir Riaubook itu biasa saja, tapi setelah saya buka-buka, memang itu Riaubook bagus, mas..," kata seorang kawan.

Seperti penyelidik saya menelusuri RiauBook, dan mendapatkan jawaban diluar dugaan, saya simpulkan dari obrolan dengan seorang kawan, Riaubook memang berkembang pesat, meski usia masih di bawah lima tahun alias masih Balita, namun kemampuan sudah seperti orang dewasa.

Waktu itu, saya belum begitu suka dengan RiauBook, otak saya masih bekerja seperti otak pada umumnya, membuat penilaian dengan cara membanding-bandingkan.

Saya bandingkan Riaubook dengan media online lain, terutama media oline di daerah, khususnya Riau. Selalu saja terbesit di ingatan saya, apa sih hebatnya Riaubook dengan media lain? "Ah.. paling sama saja, media abal-abal cuma ingin kejar advertorial," ujar saya dalam hati.

Setiap kali saya online, di google pencarian, saya ketik kata kunci, "Berita Riau", dan ... keluarlah.. Riaubook, saya coba lagi ketik, "Berita hari ini Riau," keluar lagi Riaubook.. "Ini ada apa?, koq keluar RiauBook terus?," pikir saya.

Selalu Riaubook dan Riaubook yang muncul di pencarian google, mulai terjawablah rasa penasaran saya, memang Riaubook selalu update kabar terbaru, itu yang membuat Riaubook selalu di halaman satu pada pencarian google.

Sebagai blogger, saya sadar, untuk menjadi perinkat satu di google memang butuh perjuangan panjang, dibutuhkan artikel yang unik, dan bermanfaat. Pantaslah Riaubook ada diperingkat satu, karena memang unik dan bermanfaat. Dua kata itu, yang menjadikan Riaubook layak untuk jadi referensi, karena memang media oline yang siap mengabarkan setiap kabar dari segala penjuru.

Rasa ingin tahu saya mulai terjawab, dengan berbagai berbagai fakta tentang RiauBook yang memang layak menjadi "Pustaka Riau untuk Dunia".

Menjadi Pembaca Setia Riaubook


Sejak rasa ingin tahu saya mulai terjawab, saya mulai belajar mencintai Riaubook, apapaun yang kurang bagus dari Riaubook, otak kritis saya mulai bekerja. Misal ada widget yang kurang bagus, "wah.. ini kurang bagus, sebaiknya dibuang saja," pikir saya, lagi-lagi dalam hati.

Maklum, yang namanya kalau sudah cinta, apapun yang kurang, pasti jadi orang yang sadar pertama kali untuk memperbaiki, dan ini tidak boleh dibiarkan. Mumpung artikel ini jadi bahan lomba, maka saat inilah kesempatan saya untuk membuktikan kecintaan saya pada Riaubook, dengan memberikan masukan dan kritikan konstruktif.

Saya melihat, setiap kali membuka Riaubook, ada tampilan iklan yang mengusik perhatian saya untuk membaca artikel, tapi sebelumnya, saya mohon maaf.. ya Riaubook, memang saya tidak punya kewenangan untuk mengubah Riaubook, namun ini atas dasar kecintaan saya pada Riaubook :D, karena kalau sudah cinta, tentu akan menjadikan Riaubook bertumbuh, dan bertumbuh menjadi media oline yang memang layak dicintai.

Ada satu iklan yang muncul, "Pasang Iklan di .... Harga Rp. ...," seperti foto yang saya capture di bawah ini.

Riaubook

Iklan diatas, saya rasa memang sangat mengganggu. Saya sadar betul, pemasukan iklan merupakan hal penting untuk kehidupan Riaubook, tapi alangkah bagusnya kalau ditempatkan saja di info iklan, tidak dilaman landas.

Satu lagi, kualitas gambar disetiap artikel, menurut saya masih kurang artistik, ada juga yang sudah artistik, namun kebanyakan kualitas gambar masih pecah, dan buram. Mungkin perangkat saya yang rusak :D mohon maaf.

Sepertinya dua hal itu yang perlu menjadi perhatian Riaubook, sehingga mampu membuat saya semakin cinta pada Riaubook.

Kualitas artikel, menurut saya memang sudah bagus, buktinya saya sering menjadikan Riaubook sebagai referensi. Misal saya ingin mengetahui kabar tentang Pilkada, seringkali saya baca dulu kabar dari Riaubook, baru kemudian saya blogging dengan referensi tulisan dari Riaubook.

Selamat Ulang Tahun ke-2 RiauBook


Selamat ya RiauBook, Selamat ulang tahun ke-2 semoga menjadi Pustaka Riau untuk Dunia, dan terus bertumbuh menjadi media online nomor satu di Riau, di Indonesia dan bahkan di Dunia. Amin.

Kepada siapapun yang membaca, saya sebagai blogger, merekomendasikan Riaubook untuk dijadikan referensi jika ingin mengetahui lebih mendalam tentang Provinsi Riau, karena menurut saya yang sudah hampir 6 tahun tinggal di Pekanbaru, Riau adalah tempatnya para penyair, dan para sastrawan handal, bahkan kalau mau menelisik lebih dalam lagi, Provinsi Riau pantas untuk dijadikan Ibu Kota negara dengan segenap potensinya.

Mulai dari Sumber daya alam, hingga potensi wisata, ditambah dengan kehadiran RiauBook sebagai Pustaka Riau untuk Dunia. Sangat memungkinkan Riau berkemajuan dan menjadi teladan bagi Provinsi lain di segala bidang. Semoga.

Terakhir, ini ada foto Ultah Riau Book ke-2 yang saya unduh dari laman Riaubook saat merayakan Ultah bersama anak-anak yatim. Ini semakin menyukakan hati saya pada Riaubook, dan seharusnya saya ada disana.. berbagi kebahagiaan bersama anak-anak yatim.

Riaubook merayakan Ultah ke 2 bersama anak-anak yatim

RiauBook "Pustaka Riau untuk Dunia"

4 November 2016
Demo 4 November 2016

Demonstrasi pada 4 November 2016, saya tidak ikut kesana. Hanya menyaksikan melalui pemberitaan. Pada posting ini, saya memposisikan diri sebagai pengamat media. Meskipun saya muslim, pendapat saya tentang siapa yang harus bertanggung jawab terhadap persoalan ini, tidak saya ungkap disini. Rawan.. mengungkapkan dukungan, apakah itu pro Demonstran, ataupun pro Ahok. Bisa menguras energi luar biasa.

Kesan yang saya tangkap, dari peristiwa besar ini. Indonesia adalah negara yang rukun, tidak suka gaduh, meskipun demonstrasi dihadiri ribuan orang, namun hanya menyisakan sedikit kericuhan, itupun saya baca melalui media. Saya tidak melihatnya langsung.

Saya lebih menyoroti komentar para netizen yang menilai media-media besar sudah tidak bisa dipercaya. Nah, dalam hati saya berkata, "inilah saatnya para blogger untuk memberitakan kenyataan sebenar-benarnya dan sejujur-jujurnya," karena peran blogger saat ini, amat vital. Mungkin karena saya juga berprofesi sebagai blogger, maka saya berpendapat seperti ini.

Banyak pendapat miring tentang pemberitaan media, ada yang bilang, media bayaran, media menyudutkan, dan semua kata kontra dengan media akhir-akhir ini semakin menjadi-jadi. Seolah media tidak lagi menyuarakan kebenaran.

Bagaimana pendapat anda, perkembangan media saat ini?

Demo 411, Peran Media Membingungkan Netizen